Langsung ke konten utama

Postingan

Klausa ORDER BY & LIKE Condition Oracle 10g

Klausa ORDER BY digunakan dalam pernyataan SELECT untuk mengurutkan hasil baik dalam urutan naik atau turun. Secara default Oracle memilih query secara menaik. Kondisi LIKE memungkinkan Anda untuk melakukan pencocokan pola. Operator LIKE digunakan menampilkan semua baris dalam tabel yang berisi nilai kolom dengan pola tertentu. Pola yang dapat Anda pilih adalah : % memungkinkan Anda mencocokan string sepanjang apapun (including zero length) _ memungkinkan Anda  untuk mencocokan pada satu karakter Contoh : Menampilkan semua last_name yang huruf ke dua nya adalah 'O' : SELECT last_name from employees where last_name like '_o%' menampilkan semua last_name yang huruf ke tiga nya adalah 'L' : SELECT last_name from employees where last_name like '__L%' menampilkan semua last_name yang huruf di akhir nya adalah 'L' : SELECT last_name from employees where last_name like '%L' menampilkan nama yang manager_id nya null (ko...

Fungsi Select dan Manipulasi String Dalam Oracle 10g

Apa itu Select Statement? Pada kesempatan kali ini, Kita akan belajar Menggunakan SELECT Statement di Oracle SQL ( Structure Query Language ). Hampir setiap vendor database seperti Oracle, MySQL, PostgreSQL, dan lain sebagainya pasti memiliki SELECT Statement. SELECT Statement digunakan untuk menampilkan ( retrieve)  data di suatu table sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misalkan Anda mempunyai sebuah table MAHASISWA, kemudian Anda ingin menampilkan jumlah data mahasiswa perempuan dan mahasiswa laki-laki, maka Anda harus menggunakan SELECT Statement sesuai kebutuhan tersebut. Sintak Dasar Pada tutoria kali ini kita akan membahas dasar-dasar SELECT Statement di Oracle. Untuk penggunaan SELECT Statement tingkat lanjut, akan kita bahas pada tutorial selanjutnya. Di bawah ini adalah sintak dasar SELECT Statement di Oracle: SELECT [* | ALL | DISTINCT | kolom_1, kolom_2, ...] FROM nama_table WHERE where_clause GROUP BY nama_kolom HAVING having_clause ORDER BY nama_kolom [ASC ...

DML (DATA MANIPULATION LANGUAGE).

A . PENGERTIAN Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang perintah SELECTdan INSERT dalam DML DML menyediakan 4 ( empat ) pernyataan untuk melakukan manipulasi data dalam database, yaitu : SELECT , untuk query ( meminta informasi ) dari database . INSERT ,  untuk melakukan penyisipan data pada table dalam suatu database. UPDATE , untuk melakukan perubahan data pada suatu table dalam suatu database . DELETE ,  untuk melakukan penghapusan data pada suatu table dalam suatu database. Dalam postingan kali ini saya hanya akan memberikan contoh perintah SELECT dan INSERT pada DML, berikut contoh dari DML INSERT DAN SELECT pada ORACLE DATABASE : B. INSERT Bentuk umum pada perintah INSERT = insert into nama_table (nama_column) values (isi_column); Contoh : insert into departement (departement_id,departement_name,manager_id) values (101,'MIS',001); C. SELECT Bentuk umum pada perintah SELECT = select * from nam...

DATABASE CONCEPTS

Sistem manajemen basis data relasional Sebuah  sistem manajemen basis data relasional  atau dalam  bahasa Inggrisnya  dikenal sebagai  relational database management system (RDBMS)  adalah sebuah  program komputer  (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang dirancang untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya  akuntansi ,  manajemen sumber daya manusia , dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan ad...

KONFIGURASI DHCP SERVER PADA CISCO PACKET TRACER

yap! karena penjelasan atau pengertian DHCP Server sudah saya jelaskan di bawah : http://rivalmaulvi.blogspot.co.id/2017/07/konfigurasi-dhcp-server-dan-dhcp-relay.html Jadi untuk postingan kali ini saya hanya melakukan konfigurasi DHCP Server saja. Oke langsung saja tanpa basa basi : A. Contoh Topologi Jaringan : KETERANGAN : Router : Gig0/0 20.20.20.1/24               Gig0/1 30.30.30.1/24               Gig0/2 10.10.10.1/24 Server0 : 20.20.20.254 Server1 : 20.20.20.254 PC0      : Request DHCP PC1      :  Request   DHCP PC2      :  Request   DHCP PC3      :  Request   DHCP PC4      :  Request   DHCP PC5      :  Request   DHCP 1. Oke untuk memulai tahap kerja pertama, seperti biasa sebaiknya kita konfigurasi Ip Address pada setiap port yang t...

KONFIGURASI DYNAMIC NAT DAN DYNAMIC NAT OVERLOAD (PAT)

A. Pengertian 1. Dynamic Nat & Dynamic Nat Overload (PAT) NAT Dynamic digunakan untuk menerjemahkan beberapa IP lokal ke beberapa IP global ataupun sebaliknya. Proses penerjemahannya secara  dynamic , jadi pada translasi IP nya tidak selalu sama seperti NAT Static. Ketidakefektifan pada NAT Dynamic adalah jumlah IP global yang dibutuhkan untuk mentranslasikan IP lokal harus sama  (n to n mapping) , misalnya kita ingin mentranslasikan 10 IP lokal ke global maka dibutuhkan 10 IP global/publik. Jika kita punya 11 IP  Private , tapi hanya punya 10 IP Publik sudah dapat dipastikan bahwa ada 1 IP  Private  yang tidak dapat ditranslasikan pada saat yang bersamaan. Untuk menanggulangi ketidakefektifan NAT dynamic, muncullah solusi baru yakni NAT Dynamic Overload atau yang biasa dikenal dengan nama Port Address Translation (PAT). Pada NAT Overload jumlah IP publik yang dibutuhkan tidak harus sama dengan jumlah IP Private yang mau ditranslasikan ( n to m ...

KONFIGURASI STATIC NAT PADA CISCO PACKET TRACER

A. Pengertian Nat NAT adalah (Bahasa Inggris:Network Address Translation) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. B. Langkah Kerja 1. Topologi Jaringan Keterangan : IP PUBLIC 202.100.100.100 Router 0 : Gig0/0 10.10.10.1/30                Gig0/1 192.168.10.1/24 Router 1 : Gig0/0 10.10.10.2/30                Gig0/1 192.168.20.1/24 Server     :  192.168.20.2/24 PC0         :  192.168.10.2/24 PC1         :  192.168.10.3/24 2. Sebelum melakukan konfigurasi pada setiap router, sebaiknya terlebih dahulu kita masukan alamat Ip Address ...